• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    mazdarwan on SARAN ANDA
    mujianto on Hidup Mandiri
    pututik on Berkarir untuk negeri
    islam on Berkarir untuk negeri
    sautparl on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

I love my Earth

Itu adalah ungkapan yang dapat di jargonkan bagi kita yang memiliki kepedulian untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan bumi kita ini. Upaya penanggulangan berbagai polusi udara dan pencemaran lingkungan hamper menjadi topic yang hangat untuk diperbincangkan dalam seminar maupun talk show yang diadakan oleh media masa maupun lembaga-lembaga yang concern dengan permasalahan ini.

Ketika diadakan press conference di Bali 3-7 Desember 2007 silam untuk membahas masalah global warming ternyata berlangsung a lot (Sulit, red) karena banyak Negara-negara maju yang keberatan dengan kebijakan untuk mengurangi polusi mereka… Lagi-lagi faktor uang yang menjadi alasan. Dan memang hal inilah yang menjadi kendala penangan polusi. Menurunkan emisi berarti mengurangi produksi yang berdampak pada kemunduran ekonomi.

 Sayangnya bagi kita yang merupakan Negara berkembang tidak punya bargain power untuk menghentikan mereka.

Teman-teman kita di New York telah berhasil mendesak senat disana untuk meng-goalkan bill tentang Climate Security. Alhamdulillah, Rancangan Undang-Undang sudah diteruskan ke Congress. Dan, teman-teman disana beradvokasi terus-menerus, berjuang terus-menerus supaya rancangan itu dijadikan undang-undang. Sehingga, Amerika Serikat mesti menurunkan emisi diatas 4.3% setiap tahun, supaya pada tahun 2020 – emisi karbon yang dikeluarkan oleh Amerika sudah ideal. Berarti pemotongan emisi sebesar hampir 50% dalam 12 tahun mendatang. Itu luar biasa!

Pemanasan Global

Pemanasan Global banyak dipengaruhi oleh perkembangan industri. Di negara-negara maju dan berkembang masalah pemanasan global atau global warning ini sering kali menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan.

Pemanasan Global yang bermuara pada perubahan iklim khususnya di negara indonesia sungguh memiliki dampak yang sangat serius. IPCC menyatakan bahwa kenaikan suhu Bumi periode 1990 - 2005 antara 0.15 - 0.13 derajat Celcius, jika kondisi ini dibiarkan maka diprediksikan periode 2050 - 2070 suhu Bumi akan naik pada kisaran 4,2 derajat Celcius. Padahal Emil Salim bilang jika naik 2 derajat Celcius saja maka kehidupan di Bumi akan bubar.

Dampak yang ditimbulkan bagi negara indonesia jika tanpa ada upaya pencegahan maka kita akan kehilangan 2.000 pulau karena air laut akan naik pada ketinggian 90 cm. Tadinya kita memiliki 17.504 pulau tapi kini tinggal 17.480 pulau oleh sebab naiknya air laut dan usaha penambangan. Kehilangan asset 2.000 pulau akan luar biasa dampaknya yang berujung pada penyempitan wilayah kedaulatan RI.

Juga kenaikan air laut akan menurunkan pH air laut ; setiap kenaikan 14 - 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 menjadi 7,8 - akibat seriusnya akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya akan mematikan biota dan terumbu karang. Ujung-ujungnya adalah dampak ekonomis dengan terjadinya pola perubahan habitat, migrasi dan populasi ikan serta hasil laut lainnya.

Akibat Pemanasan Global juga akan memicu masalah kesehatan masyarakat. Karena suhu makin hangat, maka dengan sendirinya jentik nyamuk DB (Demam Berdarah) dan Malaria akan memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Maka ledakan populasi nyamuk berbahaya ini akan bersifat lethal bagi masyarakat. Termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).
Efek rumah kaca atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile­-pas­kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

Perubahan panjang gelombang ini terjadi karena radiasi sinar matahari yang datang ke bumi adalah gelombang pendek yang akan memanaskan bumi. Secara alami, agar tercapai keadaan setimbang dimana keadaan setimbang di permukaan bumi adalah sekitar 300 K, panas yang masuk tadi didinginkan. Untuk itu sinar matahari yang masuk tadi harus diradiasikan kembali. Dalam proses ini yang diradiasikan adalah gelombang panjang infra merah.

Proses ini dapat berlangsung berulang kali, sementara gelombang yang masuk juga terus menerus bertambah. Hal ini mengakibatkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, sehingga suhu permukaan bumi meningkat. Hasil penelitian menyebutkan bahwa energi yang masuk ke permukaan bumi: 25 % dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfir, 25 % diserap awan, 46 % diabsorpsi permukaan bumi, dan sisanya yang 4 % dipantulkan kembali oleh permukaan bumi (beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda).

Read more »

Demo Kekerasan, Masalah atau Solusi?

Penuh dengan ide.

Penuh dengan prinsip.

Penuh dengan berbagai kritik.

Penuh dengan semangat.

Ya, itulah yang dimiliki oleh seorang pemuda. Terlebih lagi bila ia mengenyam pendidikan perguruan tinggi atau menjadi mahasiswa. Tidak dapat dipungkiri perananan mahasiswa di masyarakat sangat penting guna menjadi agen kontrol pemerintahan dalam bentuk pengawasan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Sejarah Indonesia mencatat bahwa perubahan yang di alami oleh Indonesia sarat akan Demo atau aksi… Dan tidak sedikit mahasiswa ada di garis depan untuk menuntuk berbagai kritis terhadap kebijakan pemerintah, seperti tentang pendidikan, ekonomi, hukum maupun kesejahteraan masyarakat.

Namun, akhir-akhir ini sering kali terjadi aksi demo dengan kekerasan yang tidak hanya berdampak pada luka-luka, namun menyebabkan berbagai macam kerusakan, baik di jalan, di perkantoran maupun kampus. Banyak sekali tindakan anarkis yang dilakukan baik oleh pelaku demo maupun pihak aparat penegak hukum. Bila terjadi bentrokan, ujung-ujungnya pasti tiap pihak akan berdalih untuk membenarkan tindakannya…. yang akhirnya menyeret pada pertentangan dan saling tuding.

Sementara itu, pemerintah tetap saja kekeh dengan pendirian kebijakannya. Umumnya setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan, mahasiswa atau masyarakat berdemo untuk menentang atau menolak kebijakan itu… namun, setelah berhari-hari berdemo… terus terjadi bentrokan… ada yang terluka tau bahkan mungkin meninggal… sama saja… pemerintah tetap saja melakukan kebijakannya. Contohnya kenaikan BBM, toh sampai sekarang tetap naik. Atau program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang ditolak oleh pendemo, tetap saja dijalankan.

Apakah ini solusi? Apakah demo merupakan cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah? Atau justru demo itu menyebabkan masalah?

Menurut saya, seberapa besarpun kekuatan demo tidak akan efektif dalam menyelesaiakan masalah. Bila masayarakat atau mahasiswa ingin memperbaikan pemerintahan ini… satu-satunya cara adalah dengan MASUK SEBAGAI PEMERINTAH..!!!

Tentu saja, niat masuk ke dalam pemerintah ini harus dibarengi dengan niat yang tulus dan jujur benar-benar ingin memperbarui pemerintahan yang korup, penuh dengan kedzaliman dan berbagai tindakan anarkis. Tentu saja langkah yang paling tepat adalah dengan berprestasi… menjadi orang yang berpengaruh dan akhirnya terjun ke masyarakat dengan santun dan terus memberikan sumbangsi kepada negara apapun profesi kita.

Bagi yang masih mahasiwa hendaknya tidak melakukan kekerasan saat melakukan demo. Sampaikan dengan cara yang damai dan santun kepada pemerintah. Dan bagi pihak aparat tidaklah bijaksana meredam demo dengan kekerasan… apalagi sampai terjadi pelanggaran HAM.

Bagi mereka yang telah diberi kesempatan untuk duduk di wakil rakyat untuk tidak lupa saat mendengar jeritan mahasiswa atau masyarakat saat demo. Temui bila memang  mereka ingin bertemu untuk melakukan dialog… sepanjang ada waktu dan tidak sedang melakukan TUGAS UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT! Buat contoh yang teladan di masyarakat dengan cara tindakan yang baik seperti memakai mobil pribadi saja untuk pergi untuk urusan pribadi, berhemat listrik bila tidak digunakan, menyelesaikan tugas dengan efektif dan bertanggung jawab, jujur dan selalu berdo’a kepada Allah SWT untuk kemajuan Indonesia.

Saya tutup tulisan ini dengan memanjatkan do’a kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia segera keluar dari berbagai krisis ini, krisis ekonomi, moral dan kesejahteraan rakyat. Saya haturkan terima kasih bagi para pemimpin bangsa yang JUJUR dan BERTANGGUNG JAWAB dalam melaksanakan tugasnya. Dan saya acungkan jempol kepada Mahasiswa yang melakukan DEMO TANPA MENGGUNAKAN KEKERASAN. Alhamdulillah. Amien.

Kenaikan harga BBM – Apakah fair?

10 tahun reformasi bergulir… Sektor publik mengalami perubahan yang cukup dramatis, mulai dari kebebasan pers… otonomi daerah.. pemilihan presiden secara langsung maupun berbagai tatanan pemerintahan mulai dibenahi… Banyak sekali kemajuan yang dicapai… Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 – 1998  mulai teratasi sedikit demi sedikit… Pemerintah pun mulai terbuka… jujur dan berusaha menghilangkan image bahwa pemerintah cenderung KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)…

Namun, dibalik itu semua.. apakah kita merasa puas… apakah Indonesia ini telah mengatasi masalahnya..? apakah kita boleh mengatakan bahwa reformasi yang berajalan selama 10 tahun ini membuat bangsa indonesia menjadi maju? Jawabannya tentu saja TIDAK..!!!

angka kemiskinan meningkat, berbagai macam kebutuhan pokok naik, lapangan pekerjaan sulit diperoleh, dan terlebih lagi korupsi masih banyak ditemui… Kebijakan pemerintah yang paling baru yang sangat meresahkan rakyat adalah KENAIKAN HARGA BBM. Apakah BBM benar-benar tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karena menurut saya, bila harga barang naik, salah satu hal penyebabnya adalah barang itu langka. Penjelasan yang dilakukan pemerintah adalah bahwa BBM sebagian diimpor dari negara lain. Pertanyaan saya, seberapa besar sih kebutuhan dalam negeri sehingga kebutuhan BBM tidak dapat dipenuhi? Apakah Minyal da;am negeri sudah habis?

Saya melakukan penelusuran dari milist yang saya ikuti dan menemukan jawabannya.

Adapun jawaban dalam masalah ini ada dalam file berikut ini :tidak-ada-subsidi-bbm

Pertanyaan saya yang timbul setelah membaca artiket itu, apakah Indonesia akan terus seperti ini…??????

“Terima kasih mas agus atas sharing infonya.”