• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    maziesolis45696 on A – Z success
    Alfa trophy on Benda Itu bernama Plakat.…
    Bodin Lingga@ Bintan… on Benda Itu bernama Plakat.…
    abdul aziz on Kisah Katak dan Rembulan …
    abdul latif on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

Gebyar malam yang konsumtif

zoro3.gifzoro3.gifzoro3.gifzoro3.gifzoro3.gif

Beberapa hari yang lalu, semua orang begitu antusias. Terlihat di jala-jalan ramai pada suatu malam. Malam yang terakhir di tahun 2006. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan bagi sebagian orang, karena di malam itu, bagi mereka yang berdagang di waktu malam, mereka dapat memperoleh penghasilan dengan menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan selama satu malam. Mereka dapat menikmati tahun baru sekaligus dapat menghidupi keluarganya. Orang lain pun juga akan terasa senang ketika mereka berjalan-jalan di kermaian kota dan menikmati suasana pergantian tahun baru, mereka dapat menikmati secangkir susu soda, atau makanan ringan lainnya. Mereka juga dapat bercengkerama dengan keluarga, temen dan sahabat, atau (kebanyakan) pacar mereka, di tempat-tempat pinggir jalan raya atau di warung-warung yang ada di tengah kota itu.

Namun, Bila kita perhatikan dan kita renungi sekilas, akankah kita mau mengikuti pola hidup seperti itu. Ketika kita melakukan seseuatu alangkah baiknya kita mempertimbangkan dampak dari apa yang kita lakukan itu. Suatu misal dengan mempertimbangkan segi sampah, seperti kita tahu bila ada kerumunan massa yang berkumpul dan melakukan pesta, tentu saja sampah-sampah akan berkejibun di mana-mana baik sifatnya organik maupun anorganik… Lebih lagi bila sampah itu berserakan di mana-mana, atau di jalan-jalan.

tahun-baru2.jpeg

Suasana kota yang ramai dipadati orang-orang yang merayakan tahun baru.

Pertimbangan lainnya, hal ini dapat memicu pola konsumtif masyarakat dimana pertumbuhan kota mengikuti keramaian belaka. Kota digunakan untuk bersenang-senang tanpa memperhatikan bahwasannya saat ini ada juga kota-kota lain yang sedang ditimpa bencana. Terlebih lagi, pola seperti ini semakin membudaya. Tidak heran, bila kita terus saja menjadi bangsa yang polanya tidak tertur dan masyarakat yang tidak gemar berinvestasi. Padahal kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari tingkat investasi yang dihasilkan masyarakat. Bila suatu masyarakat memiliki pla konsumtif, sudah pasti masayarakat tersebut akan menjadi masyarakat yang tertinggal.

sampah.jpeg

Sampah yang berserakan mengganggu lalu lintas

Dan sesungguhnya boros itu adalah temannya syaiton

Meskipun di satu sisi (seperti yang aku tulis di awal), ada juga  kebaikan yang bisa diambil, yaitu : penghasilan bagi para pedagang, tapi itu semua masih belum bisa dibandingkan dengan kemudharatan (keburukan) yang terjadi. Bila dikalkulasikan seperti ini :
Dampak Positif  : Penghasilan bagi pedagang, suasana kota yang meriah, penghilang
stess bagi mereka yang bekerja padat.
Dampak Negatif : Sampah berserakan, suasana kota yang padat dan terjadi banyak
pelanggaran lalu lintas, banyak kemaksiatan di man-mana, pola
hidup konsumtif, masyarakat terpuruk, kurangnya kepedulian akan
masyarakat lain yang sedang ditimpa bencana, dan masih banyak
lagi.

Semua dampak tersebut memberikan suatu renungan bagi kita. Apakah kita LAYAK MERAYAKAN TAHUN BARU seperti pola itu?????

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah
kepada-Ku”

Mudah-mudahan ini dapat menjadi suatu renungan bagi kita bersama.

 

 

zoro3.gifzoro3.gifzoro3.gifzoro3.gifzoro3.gif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: