• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    maziesolis45696 on A – Z success
    Alfa trophy on Benda Itu bernama Plakat.…
    Bodin Lingga@ Bintan… on Benda Itu bernama Plakat.…
    abdul aziz on Kisah Katak dan Rembulan …
    abdul latif on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

Negeri impian

Seringkali aku memimpikan sebuah negeri yang memiliki sebuah daratan yang sangat hijau. Hamparan rumputnya luas sejauh mata memandang. Di dataran tinggi itu ku lihat betapa rindang pepohonan yang sejuk dan penuh bunga yang bermekaran. Pohon-pohon yang tumbuh di dataran tinggi itu sedang berbuah lebat sekali. Aku memetik salah satuubuah di pepohonan itu. Kugigit sedikit, kurasakan betapa buah itu sangat manis dan menyegarkan. Meski aku makan sedikit, rasa hausku menjadi hilang. Tubuhku segar kembali. Betapa aku sangat segar ketika itu. Kupandangi buah yang aku pegang itu. Buahnya tidaklah terlalu besar. Sebesar buah rambutan, namun aku tidak tahu jenis buah apakah itu….

Paradise

Aku palingkan muka-ku ke arah yang lain. Di sisi kanan dataran tinggi itu aku lihat terdapat sungai yang mengalir. Gemericik suaranya terdengar sampai ke tempatku. Aku beranjak mendekati sungai itu. Betapa aku terpukau… Ternyata di sana banyak hewan yang sedang minum di sungai itu. Kuperhatikan ada kuda,  beberapa ekor burung (yang sekali lagi aku tidak tahu jenis nya),  dan masih banyak lagi…. Aku bertanya dalam hati, apakah mereka mengetahui kehadiranku….???

Hati ini menjadi senang, takut sekaligus berdebar-debar tatkala aku menghampiri kawanan binatang-binatang yang sedang minum itu…. Perlahan aku mencoba mendekati kawanan kuda…. Ku lihat, mereka sepertinya sedang kecapaian… Mungkin mereka baru saja berlari… Lalu mereka singggah di sungai itu untuk minum…. Kudekati salah satu kuda.. anehnya mereka tidak merasa takut padaku… Kubelai  kepalanya… Perlahan kuusap rambut yang ada di kepalanya…  Mereka meringkih kecil, agak menarik  diri namun tidak lari…. Mereka sepertinya senang aku belai…. Aku terseyum kepada mereka… Entah kenapa kulakukan tapi aku senang sekali….

Kulihat sekitarku… Beberapa burung sepertinya hendak terbang…. Mereka sepertinya sudah tidak haus lagi dan ingin segera terbang lagi… Mengarungi negeri itu…. Mencari koloni dan makanan…

Kulanjutkan perjalananku berkeliling ke negeri itu…. Aku beranjak ke sebuah desa kecil di balik bukit di sana… Kulihat jajaran rumah yang tertata rapi dan perairan yang teratur di suasana desa yang cukup ramai itu… Kulihat di tengah desa ada monolite yang tegak berdiri menjulang tinggi.. Terdapat gambar-gambar bagunan dan  orang yang memakai bulu tebal sedang membawa tombak dan melotot ke arahku… entah apa arti gambar itu. Kulihat juga ada tulisan yang di pahat di bawah gambar itu…. Bahasanya tidak aku pahami…. Ketika aku melihat monolite itu… Tak sengaja kulirik ke samping ada seorang anak kecil yang melihatku…. Dia tersenyum ramah kepadaku…. Tak kusangka, ternyata selama aku memperhatikan gambar pada monolite itu, ada anak kecil yang melihatku… Mungkin di merasa asing melihatku…

” Hello…..??” Kusapa dia. Namun, dia tidak menjawab. Aku lambaikan tanganku…. Dia balas melambai. Sepertinya dia tidak mengerti bahasaku. Dia tersenyum lagi. Kubalas senyumannya. Kudekati dia.. Namun, dia justru berlari meninggalkanku. Aku terdiam sesaat… memikirkan apa yang baru saja aku alami. Namun aku cukup interest dengan desa ini… Entah kenapa aku seperti di rumah sendiri.

Kuperhatikan sekelilingku…  Kulihat disamping kanan agak jauh disana ada pasar. Ku beranjak ke sana. Tampak orang-orang sibuk menjajakan barang dagangannya dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Beberapa wanita tampak memperhatikanku. Aku sedikit tersenyum kepada mereka.. namun, mereka justru tertawa terkikik. Aku jadi tertegun sesaat. Namun, tanpa basa-basi aku terus melanjutkan perjalananku, berkeliling pasar itu. Aku lihat berbagai sayuran, barang kerajinan dan berbagai barang dagangan lain di depan rumah dagang itu…. Di ujung jalan kulihat ada semacam warung…  Namun anehnya, tiap meja kulihat gambar motif yang sama ketika aku lihat di monolite itu. Tampaknya orang tua itu sangat dihargai oleh masyarakat desa ini. Terbukti bila kuperhatikan lebih jelas lagi ternyata banyak sekali gambar orang tua membawa tombak itu. Mungkin mereka menganggap orang itu sebagai pahlawan bagi mereka. Aku juga memperhatikan, tiap-tiap rumah dilengkapi dengan tombak yang digantung di samping pintu. Entah apa artinya hal itu… Aku bertanya-tanya dalam hati…

Negeri itu dihuni oleh masyarakat yang sangat ramah. Tiap orang saling menyapa ketika bertemu dengan orang lain. Selain itu, kulihat di jalan-jalan tampak bersih sekali. Tidak  ada satu pun sampah yang berserakan…

Continued…

One Response

  1. Oh wait. Yes, I have. I’m sorry, but I just don’t have it in me right now to type it all out again. Besides, it was just ramblings anyway. You didn’t want to hear me go on and on about this, right?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: