• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    maziesolis45696 on A – Z success
    Alfa trophy on Benda Itu bernama Plakat.…
    Bodin Lingga@ Bintan… on Benda Itu bernama Plakat.…
    abdul aziz on Kisah Katak dan Rembulan …
    abdul latif on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

Kandungan Cinta dalam Ukhuwah

Perasaan cinta adalah fitrah manusia. Tak heran apabila sepanjang hidupnya manusia tidak bisa terlepas dari perkara tersebut. Cinta adalah warna dunia. Dan cinta yang tulus, murni terlahir dari dasar hati yang paling dalam, bukan niscaya bisa menyelamatkan manusia dari jilatan api neraka.

Cinta yang tulus dan hakiki berlandaskan cinta kepada Allah. Dari Anas RA, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada tiga perkara yang barangsiapa dalam dirinya terdapat ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan RasulNya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tidak lain hanya karena Allah; dan enggan kembali pada kekafiran setelah diselamatkan Allah, sebagaimana dia tidak ingin kalau tubuhnya dicampakkan ke dalam kobaran api.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Persaudaraan adalah buah akhlaqul karimah, dan tafarruq (perselisihan) adalah buah dari kerendahan pekerti. Akhlak yang bagus membuahkan rasa saling cinta, saling sayang, dan saling memberikan manfaat. Itulah sebabnya, cinta melahirkan ukhuwah. Ukhuwah yang telah dimanifestasikan begitu syahdu melalui kisah persahabatan Bilal, Amar, dan Zaid, atau Umar, Ali, dan Utsman, yang bersanding dan saling mencintai karena Allah. Kasih sayang di antara mereka merupakan gambaran janin ukhuwah yang terkandung dalam perut iman, terlahir dari ibu yang bernama ‘iman’.

Ukhuwah berarti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Tak heran apabila persaudaraan merupakan salah satu bentuk keimanan yang terikat oleh akidah yang amat kuat. Sedang perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang dalam tempat yang hina. Oleh karena itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri. Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.

Persaudaraan dan saling mencintai kerana Allah adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama kita. Siapapun yang berupaya mewujudkannya, tiada hadiah lain baginya kecuali surga. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersaudara dengan seseorang karena Allah, maka Allah mengangkatnya satu derajat di surga, yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalan lainnya.”

Ibnu Jarir pun meriwayatkan sabda Rasulullah SAW dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Barangsiapa mencintai seseorang karena Allah, membenci seseorang karena Allah, membela seseorang karena Allah, dan memusuhi seseorang karena Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah akan mudah diperolehnya. Seorang hamba tidak akan menemukan nikmatnya iman, sekalipun banyak shalat dan shaum, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun perkara itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka.”

Cinta seorang Mukmin adalah kekuatan. Ia bagaikan perekat yang mengikat batu kokoh kaum muslimin, dalam sebuah bangunan yang kukuh dan tidak mudah roboh. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat : 10).

Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang satu terhadap Mukmin yang lain itu bagaikan bangunan yang mengikat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).

Persaudaraan Islam bukanlah masalah sampingan dalam agama Islam, ia merupakan salah satu prinsip dasar yang menyertai syahadah (persaksian) terhadap keesaan Allah dan kesaksian terhadap kerasulan Muhammad SAW. Persaudaraan merupakan buah dan konsekuensi keimanan yang amat sangat indah. Karena itu, kita harus sama-sama yakin bahwa keindahanNya qadim, keagunganNya tinggi, kekuasaan dan penguasaanNya Mahadahsyat, keindahanNya berpadu dengan kemuliaan, keagunganNya berpadu dengan keluhuran, kebesaranNya tidak pernah berakhir, keindahanNya mempesona hati, keagunganNya meningkatkan cinta. Sungguh, tiada cinta yang hakiki kecuali cintaNya kepada kita sebagai makhlukNya, dan cinta kita kepadaNya. Adakah kita sadar akan semua itu?

One Response

  1. Kirain cinta ke siapa gi🙂
    Aku tunggu undangannya ya.
    hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: