• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    maziesolis45696 on A – Z success
    Alfa trophy on Benda Itu bernama Plakat.…
    Bodin Lingga@ Bintan… on Benda Itu bernama Plakat.…
    abdul aziz on Kisah Katak dan Rembulan …
    abdul latif on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

AwAs KeLuD

Liburan adalah momen yang menyenangkan, menyegarkan dan dapat menghilangkan kepenatan dari ruinitas sehari-hari yang dapat membuat badan menjadi segar kembali. Namun, apa yang terjadi bila liburan anda terganggu leh ancaman gunung yang hendak meletus?

Waktu itu, terik mentari masih menunjukkan diri dengan malu-malu di ufuk timur. Semua orang menyambut gembira hari itu dengn suara takbir yang menggema di masjid dekat rumahku…. Ya… hari itu adalah hari raya iedul fitri… hari kemenangan bagi umat islam yang merayakan….

Setelah berpuasa selama satu bulan… datangnya hari ini dnanti nanti oleh seluruh ummat islam di penjuru dunia.. tanpa terkecuali aku…. Setelah menuaikan shalat subuh, aku mandi… menggosok gigi… memakai baju dan wewangian… berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat sunnah yang hanya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun itu…

Alhamdulillah… dengan rasa khidmat… jamaah mengikuti shalat dengan penuh rasa mengharap pahala dari Allah… dikembalikan oleh Allah SWT dalam keadaan suci… kembali seperti pada saat baru dilahirkan ke bumi ini… semoga dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Setelah menuaikan shalat ied, aku dan kakakku beranjak dari Surabaya menuju blitar dengan mengendarai sepeda motor. Ini untuk kali pertama kami berdua melakukan hal ini. Walaupun tanpa SIM, masku yang menyetir… sementara aku (yang justru memiliki SIM) belum berani…. Apalagi nanti ketika melewati karangkates…. Wuuuihhhh… pastinya dah deg-degan deh… melewati jalan yang berkelok-kelok itu…

Perjalanan itu ditempuh selama 4 jam…. Sampai di Blitar pukul 13.30 siang…. Tanpa terasa kelelahan yang mendera diri ini telah menyerang…. Maklum… perjalanan yang jauh begitu… ditambah lagi ini untuk pertama kalinya aku dan kakak menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor… sampai rumah budhe… setelah ngobrol-ngobrol… aku dan kakak beristirahat….

Selama 2 hari, menunggu kedatangan ibu.. (karena ibu datangnya baru senin dengan mengendarai kereta…) aku sempatkan berkunjung ke semua saudara-saudara di desa semuanya… tetangga pun (di sekitar rumah budhe) aku kunjungi… semua… seakan semua kembali ke masa aku kecil dulu… di sini tidak ada yang berubah… orang-orangnya tetap ramah.. sama ketika aku kecil dulu ketika masih tinggal bersama budhe…

Tiap-tiap orang yang aku kunjungi merasa pangling denganku… maklum… sudah lama juga aku gak berkunjung ke Blitar… sudah ada lebih dari 3 tahun… saat tiga tahun lalu berkunjung, aku hanya sempat mengunjungi budhe dan keluarga terdekat saja… sementara saat ini aku banyak berkunjung ke orang-orang yang dulu… akrab denganku, tetangga, teman ketika mencari rumput.. dan semuanya… menjadi sebuah cerita yang panjang… apalagi ditambah kisahku yang hilang ketika itu… mereka semua banyak menanyakan hal itu… ingin tahu kisahku ketika aku nekat kabur dari rumah di Blitar ingin ke Surabaya .. jalan kaki lagi… namun aku tidak banyak bercerita.. biarlah cerita itu kusimpan sendiri dan keluargaku saja…. Ya Allah… ampunilah dosaku bila aku salah memilih pilihan saat itu….

Senin, ibu tiba di Blitar. Bersama adek-adek… seneeennnngg banget…. Kini kondisinya jadi ramai. Belum genap 2 jam tiba, adekku yang kecil ingin melihat sungai… dan ya… akhirnya aku, kakak, dan adek-adek serta kakak sepupu pergi ke sungai… ditemani sapi-sapi… (untuk dimandikan)… yaahhh suasana yang berbeda dengan keramaian kota pun akan menjadi familiar… sungai mengalir, air yang sejuk… angin bertiup sepoi-sepoi… dan bunyi kecipak-kecipak ketika air disiramkan ke tubuh sapi-sapi kala dimandikan…. Perasaan kan menjadi lebih tenang dan bila menghirup udara…. Rasanya… aku gak mau cepat-cepat menginggalkan desa Blitar ini tuk kembali ke Surabaya besok Rabu…

Sekali lagi, selasa sore… aku menemani ibu dan adek-adekku berkunjung kunjung lagi ke semua saudara-saudara… berangkat dari rumah pukul 19.00 tanpa terasa pulang sampai rumah pukul 09.00.. padahal cuman 3 rumah yang dikunjungi… belum tadi pagi… wahhh pokonya padet banget dech,,,, jadwalnya..

Yang mengejutkan, ketika samapi rumah malamnya… tersiar kabar bahwa gunung kelud dalam status awas, dan ada isu bahwa nanti pukul 22.00… kontan aja, semua keluargaku panic sekali… segera saja budhe memerintahkan untuk siap-siap untuk berjaga-jaga kalo sewaktuwaktu harus mengungsi… akhirnya sampai larut malam, kita sekeluarga harus tidur di teras…. Takut kali ini kelud akan meletus dan kita tidak sempat keluar rumah…. Paling tidak sebagai langkah antisipasi… namun, yang melakukan hal ini tidaklah keluargaku… tapi semua warga di sana pada tidur di teras semua… (hal ini juga atas anjuran tim tanggap darurat kelud pemerintahan setempat). Memang, di radio ternyata berkali-kali diumumkan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya hal yang akan terjadi bila kelud sewaktu-waktu meletus, masyarakat dihimbau untuk tidur di teras, atau tempat terbuka dan mempersiapkan kendaraan untuk dapat segera digunakan bila sewaktu-waktu ada peringatan mengungsi….

Kondisi mencekam ini segera dinetralisir oleh pengumuman yang diberitakan di radio bahwa gunung kelud memang ditingkatkan statusnya menjadi awas, namun untuk kepastian jam meletusnya, yang telah beredar bahwa nanti jam 10 malam… tidak benar. Hal ini kemungkinan hanya isu yang diedarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, agar warga segera mengungsi dan orang yang berniat jahat dapat mencuri harta yang ditinggal.

Untuk itu, pemerintah setempat melalui radio menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik… senantiasa waspada dan bersiap-siap saja… bilapun gunung kelud meletus, pemerintah setempat akan menginformasikannya segera melalui radio dan menurunkan personel polisi dan segenap aparat yang berwajib untuk mengevakuasi warga… dan pula, dihimbau untuk selalu siap untuk dievakuasi..

Itulah suasana mencekam ketika aku dan keluarga berkunjung ke Blitar. Niat untuk berlibur, bersantai dan sekaligus mengunjungi eyang dan budhe… berubah menjadi sebuah drama mencekam yang takut sewaktu-waktu kelud meletus… semalaman aku tidak tidur… baru bisa tidur sekitar jam 2… dan jam 5 bangun… Alhamdulillah… Kelud belum meletus. Dan hari itu juga, dengan menggunakan kereta jam 11, keluargaku bertolak dari Blitar menuju Surabaya, sementara aku naik sepeda motor kembali bersama kakak.

Sebuah kenangan liburan yang fantastis kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: