• Anda Pengunjung ke-

  • Peta Lokasi

  • a

  • Karya tulis

  • Komentar Anda

    maziesolis45696 on A – Z success
    Alfa trophy on Benda Itu bernama Plakat.…
    Bodin Lingga@ Bintan… on Benda Itu bernama Plakat.…
    abdul aziz on Kisah Katak dan Rembulan …
    abdul latif on Hidup Mandiri
  • Motto hidup

  • Link

A – Z success

A : Accept
Terimalah Diri Anda sebagaimana adanya.

B : Believe
Percayalah terhadap Kemampuan Anda
untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam Hidup.

C : Care
Pedulilah pada Kemampuan Anda
meraih apa yang Anda inginkan dalam Hidup.

D : Direct
Arahkan pikiran pada hal-hal Positif yang meningkatkan Kepercayaan Diri.

E : Earn
Terimalah Penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang Terbaik.

F : Face
Hadapi masalah dengan Benar dan Yakin.

G : Go
Berangkatlah dari Kebenaran.

H : Homework
Pekerjaan Rumah adalah langkah penting untuk Pengumpulan Informasi.

I : Ignore
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai Tujuan.

J : Jealously
Rasa Iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri,
Jadi hindarilah.

K : Keep
Terus Berusaha walaupun beberapa kali Gagal.

L : Learn
Belajar dari Kesalahan
dan Berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind
Perhatikan Urusan sendiri
dan Tidak menyebar Gossip tentang orang lain.

N : Never
Jangan pernah Putus Asa.

O : Observe
Amatilah segala hal di sekeliling Anda.
Perhatikan, Dengarkan,
dan Belajar dari Orang lain.

P : Patience
Sabar adalah Kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus Berusaha.

Q : Question
Pertanyaan perlu untuk mencari Jawaban yang Benar dan menambah Ilmu.

R : Respect
Hargai Diri sendiri dan juga Orang lain.

S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect
Percaya diri, Harga diri, Citra diri,
Penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take
Bertanggung jawab pada setiap Tindakan Anda.

U : Understand
Pahami bahwa Hidup itu selalu ada Potensi untuk naik

V : Value
Nilai Diri sendiri dan orang lain,
Berusahalah melakukan yang Terbaik.

W : Work
Bekerja dengan Giat,
Jangan lupa Berdoa.

X : X’tra
Usaha lebih Keras membawa Keberhasilan.

Y : You
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero
Selalu Ingat,
Usaha Nol membawa hasil Nol pula.

Advertisements

e-book Hermawan Kertajaya

Bagi pembaca yang berminat untuk memiliki e-book by Hermawan kertajaya dapat download di sini

DEFENISI JIHAD DAN HUKUM JIHAD

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Jihad adalah salah satu syi’ar Islam yang terpenting dan me-rupakan puncak
keagungannya. Kedudukan jihad dalam agama sangat penting dan senantiasa
tetap terjaga. Jihad fii sabiilillaah tetap ada sampai hari Kiamat.

Secara bahasa (etimologi) kata jihad berarti kekuatan usaha, susah payah
dan kemampuan. [1]

Menurut ar-Raghib al-Ashfahani (wafat th. 425 H) rahimahullahu: berarti
kesulitan dan kemampuan. [2]

Menurut istilah syar’i (terminologi) :

Al-Jihad artinya memerangi orang kafir, yaitu berusaha dengan
sungguh-sungguh mencurahkan kekuatan dan kemampuan baik berupa perkataan
atau perbuatan.” [3]

Jihad artinya mencurahkan segala kemampuan untuk memerangi musuh.”

Jihad ada tiga macam:
1. Jihad melawan musuh yang nyata.
2. Jihad melawan syaithan.
3. Jihad melawan hawa nafsu.

Tiga macam jihad ini termaktub di dalam Al-Qur-an surat al-Hajj: 78,
at-Taubah: 41, al-Anfaal: 72. [4]

Menurut al-Hafizh Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al-Asqalani (yang terkenal dengan
al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, wafat th. 852 H) rahimahullahu: “Jihad
menurut syar’i adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi
orang-orang kafir.” [5]

Continue reading

Rahmat Dibalik Cobaan

Firman Allah SWT, pada Al-Baqarah:156-157 :Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (arti:sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka ialah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah : 156-157)

Tujuan musibah atau cobaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya adalah :

1. Untuk membersihkan dan memilih, mana orang mukmin yang sejati dan mana yang munafik.
2. Untuk mengangkat derajat serta menghapuskan dosa.
3. Untuk melihat sejauh mana kesabaran dan ketaatan seorang hamba.
4. Untuk membentuk dan mendidik manusia, sehingga menjadi umat dgn keimanan yang tinggi.
5. Sebagai latihan supaya manusia terbiasa menerima berbagai ujian, dengan demikian akan bertambah kesabaran, kuat cita-cita dan tetap pendiriannya.

Bagi orang yang terkena musibah, hendaklah ia kembali kepada kalimah yang penuh dengan arti kebaikan dan keberkahan, sebab firman Allah SWT : “Inna Lillahi” mengandung arti ketauhidan serta pengakuan akan kehambaan, sedangkan firman-Nya : “Wa inna ilaihi raji’un” adalah sebagai pengakuan, bahwa Allah-lah yang menjadikan kita binasa dan Dia pula yang akan membangkitkan kita kembali.

Continue reading

J.E.N.U.H.

Beberapa hari yang lalu, aku membaca sebuah selebaran yang memuat tulisan motivasi yang ingin aku bagi untuk para pembaca yang budiman dimana pun berada. Mudah-mudahan bermanfaat.

Tulisan tersebut tentang  sebuah makna menjalani hidup yang baik dan selalu mawas diri. tidak berlebih-lebihan dan merupakan bahan renungan tentang kemajuan teknologi terhadap fitrah manusia.
J : Jangan Berlebihan
Ada seorang wanita yang datang pada Aisyah. Aisyah memuji wanita itu sebagai ahli ibadah yang luar biasa, karena saking tekunnya ia menyediakan tongkat untuk berpegangan jika ia sudah tidak kuat berdiri ketika sholat.

Ketika hal itu disampaikan pada Nabi saw. Nabi bersabda : Jangan berlebihan, Allah itu tidak akan jenuh hingga engkau jenuh.

Atur ritme dalam segala hal, agar tak usang.

E : Efektifkan Komunikasi
Logika apa yang paling bisa menjelaskan maraknya friendster, ramainya sms, dan larisnya free talk walaupun tengah malam. Intinya sederhana, karena manusia diciptakan dengan kebutuhan untuk bercerita dan berbagi. Curhat dong, cari teman bercerita

N : Naik Ke Tantangan Berikutnya
Looking for new challenges. Ummat ini dilahirkan untuk menjadi ummat terbaik, khairu ummah, ini sunatullah. Melanggarnya hanya akan melahirkan kejenuhan. Kejenuhan bergerak, kejenuhan beramal, kejenuhan berinisatif. Naiklah ke anak tangga berikutnya, agar kau bisa uji kekuatanmu lebih jauh.

U : Undur Sejenak untuk Maju Lebih Jauh
Ijlis Bina’ Nu’min Sa-ah, begitu ujar sahabat Nabi. Berhentilah sejenak, perbaharui iman, bersihkan sepatu yang sudah berdebu, asah kembali pedang yang tumpul, ambil air wudhu cuci wajahmu hingga bisa menatap ke depan lebih jauh lagi.

H : Hasbiyallah wa Ni’mal Wakill Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir
Sungguh kejenuhan itu adalah masalah hati. Dan Maha Penggenggam hati hanyalah Allah semata. Qolbu itu artinya yang berbolak-balik, ketika ia berbalik atau tertutup debu maka cahaya Allah akan terhalang, maka lahirlah kejenuhan. Maka tengadahkan tanganmu padaNya, minta Ia jaga hatimu agar tidak mati karena enggan dan malas.

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa,
(Al Quran Al Karim Surah Al Qalam ayat 10 – 12)

Naudzubillahi min dzalik,

Belajar Menjadi Seorang Pemimpin

Pemimpin adalah seseorang yang diberi amanah untuk mengatur jalannya sesuatu. Biasanya Pemimpin adalah sosok figur yang memberikan suri tauladan bagi yang dipimpin. Seni kepemimpinan telah banyak diajarkan orang dari masa ke masa,
mulai dari rangkaian Mitologi Yunani yang amat terkenal, Tao dan Sun
Tzu dari Cina, Nasihat Bagi Penguasanya Al Ghazali, Sang Penguasanya
Niccolo Machiavelli, Hasta Brata Raja Kapa-Kapa Wulangreh Wedhatama
dari Jawa, sampai ratusan mungkin ribuan buku-buku teks kepemimpinan
abad 20 seperti The Art of The Leader-nya William A. Cohen, dan The
Charismatic Leader-nya Jay A. Conger dan sebagainya.

Dengan apa kekuasaan dapat dipertahankan? Al Ghazali mengawali
nasihatnya dengan mengemukakan 2 hal, yaitu jangan pernah melakukan
sesuatu tanpa perhitungan dan selalu konsisten serta tak pernah
meralat. Yang terakhir ini, juga merupakan benang merah yang kuat
dalam seni kepemimpinan raja-raja Jawa. Agar berwibawa, maka seorang
raja harus memiliki, Sabda Pandhita Ratu, tan kena wolak-walik,
artinya, raja harus memegang teguh satu kata dan perbuatan.

Ucapannya bagaikan ucapan seorang pendeta sakti nan manjur yang
segera menjadi kenyataan. Ludahnya ludah api yang sekali dilontarkan
langsung mewujudkan keinginannya. Ucapannya konsisten dan tidak
mencla-mencle. Tidak pagi tempe, sore mentah kembali menjadi kedelai.
Ini juga sekaligus mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh
berkata atau bertindak ngawur, karena dampaknya sangat luas bagi
rakyat banyak yang tak berdosa.

La Tahzan

Jangan Bersedih, karena Masih ada sebab-sebab yang membuat Musibah terasa ringan
1.Menunggu pahala dan ganjaran dari sisi Allah
{Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas} [Q.S. Az-Zumar : 10]
2.Melihat kepada orang lain yang mendapat musibah:
Seandainya bukan karena banyak orang di sekitarku yang menangisi saudara-saudara mereka, pastilah aku akan bunuh diri.
3.Musibah yang menimpa diri anda itu jauh lebih ringan dibandingkan dengan yang menimpa orang lain.
4.Musibah itu menimpa hal-hal yang berkaitan dengan dunia saja, bukan agama.
5.Melakukan ubudiyah dalam sebuah kepasrahan pada saat-saat tertekan terkadang lebih agung dibandingkan dengan yang dilakukan pada saat-saat bahagia.
6.Tidak ada siasat untuk menghindarkan musibah:
Tak usahlah berkilah untuk menghindarinya, karena berkilah untuk menghindar hanyalah menghentikan berkilah itu sendiri.

Jangan Bersedih, inilah kiat-kiat untuk Bahagia
1.Sadarilah bahwa jika anda tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran anda, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri anda, Inilah makna Sbda Rasulullah : ” Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore; dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi”
2.Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan
3.Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam gaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sedirinya.
4.Jangan mudah tergoncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendiriannya, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri aanda setara dengan kritikan tersebut.
5.Beriman kepada Allah, dan beramal salih adalah kehidupan yang baik dan bahagia.
6.Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah SWT.
7.Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan ketentuan Qadha’ dan Qadar.
8.Jangan menunggu terima kasih dari orang lain.
9.Persiapkan diri anda untuk menerima kemungkinan terburuk.
10.Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri anda.
11.Semua Qadha’ bagi seorang muslim baik adanya.
12.Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.
13.Anda dengan semua yang ada pada diri anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain.
14.Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu saja ada jalan keluar.
15.Yakinlah, dengan musibah hati akan tergerak untuk berdo’a.
16.Musibah itu akan menanamkan nurani dan menguatkan hati.
17.Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan
18.Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele.
19.Sesungguhnya Rabb itu Maha Luas Ampunan-Nya.
20.Jangan Marah, jangan marah, jangan marah!
21.Kehidupan ini tak lebih hanya sekedar roti, air, dan bayangan. Maka tak usahlah bersedih jika itu semua tak ada.
22.{Dan, di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.} [Q.S. Adz-Dzariyat : 22]
23.Kebanyakan dari apa yang anda takutkan tidak pernah terjadi.
24.Pada orang-orang yang tertimpa musibah itu ada suri tauladan.
25.Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberikan cobaan atas mereka.
26.Ulangilah doa-doa untuk menghapuskan bencana.
27.Anda harus melakukan perbuatan yang baik dan membuahkan, dan tinggalkanlah kekosongan.
28.Tinggalkanlah semua kasak-kusuk, dan jangan percaya kepada kabar burung.
29.Kedengkian dan keinginan anda yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan kesehatan anada sendiri. Lebih besar daripada bahaya yang akan menimpa pihak lawan.
30.Semua musibah yang menimpa diri anda adalah penghapus dosa-dosa.

Dari sebuah buku karya DR. ‘Aidh al-Qarni